x
SIEJ Simpul Gorontalo, Sensus Burung Air untuk Melestarikan Habitat Lahan Basah
The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Gorontalo bersama Biodiversitas Gorontalo (BIOTA), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo melakukan sensus burung air di
Konflik Wadas: Evaluasi Proyek Strategis Nasional Bermasalah
Indonesia Environmental Law Outlook 2022 menunjukkan mayoritas peraturan terkait PSN seperti PP No. 21 Tahun 2021 dan PP No. 42 Tahun 2021, tidak memberikan ruang partisipasi sejak dalam perencanaan
SIEJ Simpul Gorontalo Ajak Mengenal Burung Air di Danau Limboto
Tidak semua burung yang makanannya ikan atau sering berada di dekat perairan adalah burung air. Berdasarkan Konvensi Ramsar, burung air (waterbird) merupakan burung yang secara ekologis kehidupannya
Charles Roring: Ekowisata Menjadi Daya Tarik Berkunjung ke Papua
Ekowisata menjadi salah satu konsep yang diusung untuk menawarkan pegalaman berwisata dengan mengedepankan aspek keberlanjutan. Pilihan destinasi ekowisata juga memungkinkan pengunjung untuk melihat
Kiat : Bagaimana Jurnalis Mengajukan Ide Cerita
Hampir di setiap lokakarya jurnalistik, jurnalis seringkali bertanya dan mengeluhkan tanggapan editor atau redaksi ketika menerima ide cerita. “Kami memiliki ide cerita yang bagus, tetapi editor tidak
Menjaga Sungai Subayang, Demi Keseimbangan Alam
Jernihnya air bak permata hijau yang membelah dua provinsi di Sumatera tampak tenang dihuni jutaan organisme dan menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Air yang mengalir dari hulu ke hilir
Hari Primata Indonesia : Keberlangsungan Hidup Primata Indonesia masih Terancam
Catatan ProFauna menyebutkan perdagangan primata di Indonesia cukup tinggi. Lebih dari 95% primata yang diperdagangkan di Indonesia merupakan hasil tangkapan dari alam. Dalam momentum peringatan Hari
Journalist Workshop #2 : Masyarakat Adat sebagai Penjaga Hutan
Pelibatan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan sangat penting karena dapat menjaga keberlangsungan fungsi hutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Hal tersebut disampaikan Charles Roring
Abdul Rahman Manik: Owa Siamang Seperti Keluarga Saya
Dalam 50 tahun terakhir, populasi Owa Siamang ( Symphalangus syndactylus) diprediksi menurun hingga 50 persen. Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) pun menetapkan primata khas Sumatera Utara
Terbuka untuk Jurnalis : Coastal Resilience Story Grants 2022
Sekitar 40% populasi dunia tinggal di wilayah pesisir menghadapi risiko eksistensial akibat perubahan iklim. Pada tahun 2050, 136 kota pesisir terbesar di dunia menghadapi kerusakan antara $1,6 hingga
Berlangganan