13 jurnalis dari berbagai wilayah di Indonesia menerima hibah pendanaan peliputan isu lingkungan hidup Ekuatorial Story Grant Round 1. Mereka berhasil melewati tahap seleksi ketat dan terpilih dari 89 pendaftar dari media lokal, nasional dan jaringan nasional di Indonesia.

Para jurnalis terpilih ini nantinya akan mengerjakan 12 proposal peliputan yang telah diseleksi sebelumnya serta mempublikasikan di Website https://www.ekuatorial.com/ dan medianya masing-masing. Ada tiga tema utama yang ditawarkan dalam program ini, yakni polusi udara, keanekaragaman hayati dan konservasi, serta eco-tourism.

Ketua umum SIEJ, Rochimawati mengatakan, antusias jurnalis untuk mendaftar dan mengirimkan proposal peliputan pada program hibah tahap pertama periode Juni 2021 cukup tinggi.

“Semua proposal yang dikirim bagus-bagus, hanya saja para pendaftar kurang menggali dan mengembangkan isu yang kami tawarkan. Padahal, sebenarnya banyak sekali isu-isu lingkungan Isu di daerah yang menarik untuk diangkat dan dikembangkan,” katanya.

Tingkat partisipasi pendaftar yang tinggi menunjukkan isu lingkungan makin diminati  dan mendapat perhatian besar bagi jurnalis di Indonesia.

Menurut Ochi, program hibah ini merupakan bentuk komitmen Ekuatorial dan The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) untuk  terus mendukung dan mendorong peningkatan kapasitas dan ketrampilan para jurnalis di Indonesia dalam menghasilkan liputan kritis dan mendalam tentang isu lingkungan. 

“Untuk meningkatkan pemahaman publik akan isu lingkungan, salah satu upaya dengan meningkatkan kualitas liputan lingkungan dengan memberikan dukungan penting kepada jurnalis dari berbagai platfom media dalam upaya meliput isu lingkungan melalui dukungan program hibah untuk karya jurnalistik lingkungan,” imbuhnya.

SIEJ memiliki visi membangun masyarakat sadar informasi dan sadar lingkungan melalui jurnalisme lingkungan berkualitas tinggi. 

Harapannya, peliputan isu lingkungan dan perubahan iklim makin mendapat tempat dan prioritas di media massa sehingga publik makin paham dan terliterasi pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan hidup yang lebih baik.

Berikut penerima story grant peliputan lingkungan hidup SIEJ periode Juni 2021:

1. Ronny Adolof Buol – Zonautara.com

2. Haryadi – Pontianak Post

3. Lili Rambe – Mongabay Indonesia

4. Riza Salman – Ekuatorial.com

5. Gresi Plasmanto – Liputan6.com

6. Dhana Kencana – IDN Times

7. Monang Lubis – Riau Pos

8. Rizka Nur Laily Mualifa – Merdeka.com

9. Rayhana Anwarie – Buletin Yayasan Bina Desa

10. Apriyanto Latukau – Kieraha.com

11. Basri Marzuki – Beritapalu.com

12. Kennial Laia dan Lusia Arumingtyas – (Mongabay Indonesia)

Terima kasih kepada para jurnalis yang telah berpartisipasi dan selamat kepada penerima hibah peliputan.

#grant #journalism #jurnalislingkungan #polusiudara #keanekaragamanhayati #konservasi #ecotourism

EJN is offering reporting grants to journalists to support the production of in-depth stories that will call attention to fisheries subsidies issues, both at a large and small scale. 

Earth Journalism Network announce a new Fisheries Subsidies story grant opportunity due June 1! EJN looking for applications on fisheries subsidies including their links to overfishing and the depletion of fish stocks, their impact on
small-scale fishers and livelihoods in coastal communities, potential policy solutions governments could implement and more.
 
Applicants can be from any country in the world, and a few grants will be given out to journalists working on fisheries subsidies issues globally, BUT preference will be given to journalists reporting from the regions that are the key focus of this project, including India, the Caribbean, West Africa, Southern Africa and Japan.
 
For more information on eligibility, story topics, or more, click on the application: https://earthjournalism.net/opportunities/fisheries-subsidies-story-grants-2021
Any questions, Feel free to email at info.ejn@internews.org

Banner image: EJN