Indonesia menjadi negara di dunia yang memberikan kontributusi terbesar emisi karbon cakupan 3 (scope 3) yaitu dari pengapalan batu bara.

Selain Indonesia, Australia juga masuk sebagai penyumbang terbesar karena tercatat sebagai salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia,

Angkanya, mencapai 59% atau setara 740 juta metrik ton. Emisi scope 3 ini mencakup semua emisi tidak langsung yang dihasilkan dalam rantai nilai sebuah industri atau perusahaan.

Pada tahun 2020, tercatat sebanyak 1,25 miliar metrik ton batu bara dikapalkan untuk diekspor dari seluruh negara produsen batu bara di dunia.

Pengapalan ekspor batu bara berkontribusi sekitar 10% dari total emisi karbon (CO2) dari sektor energi pada tahun 2020, yaitu sekitar 3,1 miliar ton CO2, di mana total CO2 dari sektor energi diperkirakan mencapai 31,5 miliar ton CO2.

Data ini merupakan laporan hasil temuan analisis data dari EMBER, lembaga think-tank yang berbasis di London, Inggris, yang meluncurkan dashboard interaktif tentang emisi yang dihasilkan dari pengapalan untuk tujuan ekspor batu bara dari seluruh negara pengekspor batu bara di dunia, Selasa (2/6/2021).

Di antara negara eksportir batu bara terbesar, Indonesia dan Australia memiliki tingkat emisi scope 3 yang sangat tinggi dibanding emisi domestik masing-masing negara tersebut. Pada tingkat 0,9 miliar ton CO2 masing-masing negara, emisi ruang scope 3 dari pengapalan ekspor  batu bara adalah sebesar 1,5-2 kali lebih lipat dari emisi domestik yang mereka hasilkan.

“Bisnis batu bara tidak saja memberikan keuntungan bagi negara pengekspor. Namun dampak lingkungan berupa emisi dari pengapalan batu bara (scope 3) sering diabaikan, meskipun memberikan kontribusi signifikan terhadap naiknya emisi CO2 dunia,” kata Nicolas Fulghum, analis dari EMBER.

Seperti diketahui, emisi gas rumah kaca dikategorikan ke dalam tiga kelompok atau ‘scope’ dalam standar internasional teknik penghitungan yang paling banyak digunakan, Protokol Gas Rumah Kaca (GRK). Cakupan 1 (Scope 1) mencakup emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan. Cakupan 2 (Scope 2) mencakup emisi tidak langsung dari pembangkitan listrik yang dibeli, uap, pemanasan dan pendinginan yang dikonsumsi oleh industri/perusahaan. Cakupan 3 (Scope 3) mencakup semua emisi tidak langsung lainnya yang terjadi dalam rantai nilai industri/perusahaan.

Dashboard lebih detil dapat diakses melalui: https://ember-climate.org/ember-shipping-dashboard/

Banner Image : copyright detik.com