The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bekerja sama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia mengundang para jurnalis di Indonesia untuk mengikuti program pelatihan dan peliputan isu perubahan iklim di Indonesia.

Program Fellowship Perubahan Iklim “Menuju COP26 di Glasgow : Memperkuat Aksi dan Ambisi Iklim Indonesia” ini bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami dan meliput isu-isu perubahan iklim di Indonesia. Perwujudan komitmen Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca menjadi penting bersamaan dengan rencana Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) 2021 di Glasgow akhir tahun ini.

Dalam Persetujuan Paris tahun 2015, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 41 persen di bawah skenario business-as-usual, namun komitmen ini hanya berlaku hingga 2030. Komitmen tersebut juga belum cukup untuk menahan laju pemanasan global yang dibutuhkan untuk mencegah bencana iklim yang lebih besar.

Oleh karena itu, dalam COP26 mendatang Indonesia perlu mengemukakan rencana untuk meningkatkan ambisi iklimnya yang selaras dengan sains dan kondisi pembangunan Indonesia.

Peran media sangat dibutuhkan untuk mengkritisi implementasi penurunan emisi maupun menginformasikan praktik-praktik terbaik dari non-state actors di berbagai sektor dan wilayah sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ambisi iklimnya.

Syarat Peserta

* Bekerja sebagai jurnalis di media nasional atau regional selama minimal dua tahun terakhir.

* Jurnalis tetap maupun lepas.

Dokumen yang diperlukan:

o Minimal satu contoh tulisan terkait iklim dan pembangunan berkelanjutan

o ID Pers (untuk jurnalis permanen) atau surat keterangan dari editor

o Surat rekomendasi dari editor/pemimpin redaksi

o Proposal untuk mengikuti kegiatan fellowship yang berisi:

▪ Topik

▪ Sudut pandang cerita/angle

▪ Latar belakang

▪ Informasi atau data awal yang berisi data spasial, narasumber, atau hasil riset

▪ Perkiraan waktu pengerjaan dan anggaran

Program ini akan diberikan kepada 10 jurnalis terpilih. Para peserta terpilih akan diberikan dana sebesar Rp5.000.000 sebagai biaya operasional untuk peliputan.

Peserta terpilih harus berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan aktif berpartisipasi selama mengikuti pelatihan.

Untuk menjadi peserta, Anda dapat mengisi dan mengirimkan formulir lamaran melalui link: https://bit.ly/FellowshipPerubahanIklim

Batas waktu pendaftaran Jumat, 23 Juli 2021

Informasi lengkap di:

www.ekuatorial.com

www.siej.or.id

Instagram/FB/Twitter: @siej_info

Peserta juga dapat menghubungi:

bhekitasemesta@gmail.com atau Cp 08112652266 dan

sekretariat@siej.or.id

Indonesia adalah salah satu negara yang telah menyatakan komitmen iklimnya dalam Intended Nationally Determined Contribution (INDC). Setelah ratifikasi Persetujuan Paris pada tahun 2016, para negara menyerahkan dokumen NDC mereka untuk pertama kalinya, menegaskan kembali komitmen untuk masa depan yang lebih rendah karbon dan berketahanan iklim.

Dalam COP26 Glasgow di akhir tahun ini, yang mengalami penundaan dari tahun lalu akibat pandemi, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mendorong negara-negara untuk memperbarui NDC mereka sekaligus membuat strategi penurunan emisi GRK yang lebih ambisius.

Indonesia  berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 41 persen di bawah skenario business-as-usual, namun komitmen ini hanya berlaku hingga 2030. Komitmen tersebut juga belum cukup untuk menahan laju pemanasan global yang dibutuhkan untuk mencegah bencana iklim yang lebih besar. Oleh karena itu, dalam COP26 mendatang Indonesia perlu mengemukakan rencana untuk meningkatkan ambisi iklimnya yang selaras dengan sains dan kondisi pembangunan Indonesia.

Sayangnya, penurunan emisi GRK Indonesia belum berada pada jalur tepat untuk mencegah bahaya krisis iklim. Peran non-state actors (termasuk pemerintah daerah, swasta, dan publik) menjadi penting dalam menunjukkan aktivitas yang berpotensi untuk mendukung target pemerintah Indonesia. Aktivitas-aktivitas potensial tersebut masih belum banyak diketahui masyarakat umum.

Peran media sangat dibutuhkan untuk menginformasikan praktik-praktik terbaik dari non-state actors di berbagai sektor dan wilayah sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah Indonesia untuk  meningkatkan ambisi iklimnya.

Untuk itu The Society of Indonesia Environmental Journalists (SIEJ) bekerjasama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar diskusi publik “Menuju COP26 di Glasgow: Pembelajaran Peningkatan Aksi Iklim yang Lebih Ambisius”.

Sejumlah pembicara kompeten dihadirkan untuk menakar sejauhmana aksi dan ambisi Indonesia dalam upaya menekan perubahan iklim.

Pembicara:

* Tony La Viña, Manila Observatory, Philippines (TBC)

* Moekti H. Soejachmoen, Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID) (TBC)

* Mahawan Karuniasa, Universitas Indonesia/Founder Environtment Institute

Moderator :

* April Sirait, Senior Assignment Editor, CNN Indonesia TV

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara virtual pada :

Hari : Jumat, 16 Juli 2021

Pukul : 13.30 WIB – 15.30 WIB

Tempat : Link Zoom: bit.ly/DiskusiCOP26

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan jurnalis yang meliput isu perubahan iklim. Setelah diskusi publik juga akan dibuka kesempatan bagi jurnalis di Indonesia untuk meraih beasiswa peliputan perubahan iklim.

Informasi lebih lengkap, dapat hubungi Bhekti Suryani (+62 811-2652-266)

The Climate Change Media Partnership (CCMP), now in its 15th year, is pleased to announce the latest Call for Applications for journalists interested in covering the 26th United Nations Climate Change Conference of the Parties (COP26). 

The program, led this year by Internews’ Earth Journalism Network (EJN) and the Stanley Center for Peace and Security, aims to bring up to 20 journalists from developing countries to attend and report on the conference in November 2021.

Hosted this year by the United Kingdom in partnership with Italy, COP26 was postponed in 2020 due to the COVID-19 pandemic but is currently scheduled to take place in the city of Glasgow from October 31 to November 12, 2021.

Since its launch in 2007, the CCMP has brought more than 350 journalists from developing countries to attend and report on the annual UN climate talks. This has enabled journalists from around the world to cover the climate negotiations for their home audiences, while benefiting from working alongside knowledgeable climate journalists and gaining a multifaceted understanding of the actions that countries are taking—or not taking—to prevent climate change and address its global impact.

“After a year-long delay, the negotiations at COP26 and the commitments that are made there have grown even more consequential,” said Devon Terrill, Journalism and Media Program Officer for the Stanley Center. “Journalists need to be there to report on these important developments and hold their countries’ delegations accountable.”

Despite the uncertainty around the practical details of this year’s conference due to the COVID-19 pandemic, CCMP organizers believe that it is critical for journalists representing diverse countries—and especially those from the Global South—to have the opportunity to attend and cover COP26, if possible. In the event that safety measures related to COVID-19 or other barriers prevent all or some CCMP fellows from traveling to Glasgow to report from COP26 on-site, the CCMP organizers may offer opportunities for journalists to participate in CCMP activities virtually. More information on this can be found in the Call for Applications.

“Along with so many other impacts, of course, the pandemic has hampered journalists’ ability to cover the increasing impacts of climate change and efforts to prevent them,” notes James Fahn, EJN’s Executive Director. “We don’t know what the situation will be like for journalists to cover COP26, although we’re sure there will be challenges. But we’re committed to doing our best to try and get some journalists there in person and helping others to cover the event remotely.”

The deadline for applications is 23rd July 2021. Decisions will be communicated before the end of August.

For more informastion and to aplly :

https://earthjournalism.net/opportunities/climate-change-media-partnership-2021-reporting-fellowships-to-cop26