• Ikuti Kami:
  • |
  • January 4, 2022
  • By - SIEJ

Pohon Pengantin, Cara Kota Jambi Ajak Warga Proaktif Memitigasi Krisis Iklim

Upaya Pemerintah Kota Jambi mengurangi emisi karbon dan dampak perubahan iklim dengan mengajak pengantin baru menanam pohon di Taman Hutan Sejuta Cinta.

Semut merah berbaris melintasi tanah basah. Akar pohon sebesar lengan yang menyeruak dari dalam tanah, tak menghalangi iring-iringan semut. Tampak rombongan semut melipir di akar pohon lalu menaiki batang kekar dengan kulit yang kasar. Tak lama berselang, rombongan semut menyebar ke sela-sela kulit kayu. Di puncak pohon setinggi 10 meter itu, burung Merbah (Pycnonotidae) berkicau kelaparan.

Pohon dengan lingkar batang sebesar paha orang dewasa atau berdiameter sekitar 20 centimer ini bernama mahoni (Swietenia mahagoni). Dia tumbuh cepat di alam bebas. Sepasang pengantin sedang kasmaran telah menanamnya di jantung hutan kota. Tanda cinta dari pasangan pengantin itu kini sudah berumur delapan tahun.

Pohon mahoni menjadi yang pertama kali ditanam oleh pasangan pengantin yang menikah di Kota Jambi pada 2013. Hal ini bertepatan setelah pemerintah mengeluarkan aturan Taman Hutan Sejuta Cinta seluas lima hektare. Setiap orang yang hendak menikah pun, mulai sejak itu, ‘dipaksa’ menanam pohon sebagai syarat tambahan untuk menikah.

Aturan tambahan ini mendapat respons beragam dari pasangan pengantin yang hendak membangun bahtera rumah tangga. Sebagian kecil pengantin keberatan. Mereka menganggap hanya akal-akalan pemerintah untuk menarik uang ‘pelicin’ dari pasangan pengantin.

Pemerintah bergeming, tetap kokoh melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa manfaat menanam pohon adalah untuk masa depan anak cucu. Pohon yang ditanam berguna untuk menyerap racun yang dihasilkan kendaraan bermotor. Dengan demikian, udara di perkotaan akan semakin bersih.

“Saya sama sekali tidak keberatan. Dan mendukung pemerintah menangani kerusakan lingkungan dan mengurangi efek gas rumah kaca,” kata Suci Mahayanti, warga Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Suci, yang baru menikah pada 12 September 2021 ini, mengaku sangat mendukung program menanam pohon dari pemerintah. Menurutnya, sebagai warga kota yang terkadang mengabaikan persoalan lingkungan selama dia hidup, kini diberikan kesempatan untuk ‘bertobat’ dengan menanam pohon.

Kendati kecil, kata isteri dari lelaki bernama Rendi Akbar ini, setidaknya kita telah berkontribusi dalam merawat Bumi yang sakit. Pada intinya, Suci ingin berguna untuk lingkungan. Untuk itu, dia menanam pohon rambutan di Taman Hutan Sejuta Cinta.

“Sebelum memutuskan pohon yang akan ditanam. Saya coba cari tahu, tentang Taman Hutan Sejuta Cinta. Rupanya di sana, sudah ada monyet dan hewan-hewan. Jadi pohon buah adalah pilihan terbaik,” Suci menjelaskan.

Suci berharap niat dan perbuatan baiknya itu akan berdampakn positif bagi kehidupan rumah tangganya. Cita-citanya, seperti pohon yang ditanam, cinta mereka akan terus tumbuh, semakin kuat, dan memberi manfaat kepada orang banyak.

Program menanam pohon dari pemerintah, kata Suci, harus konsisten diberlakukan terus kepada pasangan pengantin. Sebab Kota Jambi terus berkembang sebagai kawasan urban, lalu pertumbuhan perumahan yang tak terbendung, semakin mempersempit ruang terbuka hijau.

Rimbun pohon di hutan kota, sambung Suci, mampu menjaga kualitas udara tetap bersih dan sehat dengan menyerap emisi karbon, sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.

Pengantin lain, Aulia Fadli, yang menikah pada 2015, mengaku sempat keberatan dengan aturan yang meminta pasangan pengantin menanam pohon. Fadli merasa pemerintah memaksa warga yang tak bersalah menanggung dosa puluhan perusahaan yang menjadi biang kerok kebakaran hutan.

“Itu artinya perusahaan yang makan mewah di suatu pesta, kita warga biasa yang disuruh cuci piringnya,” kata Fadli dengan nada kesal.

Awalnya Fadli keras hati dan memilih menikah di kota lain. Namun, setelah dibujuk sang calon istri, Fadli luluh.

Menurut istrinya, Fadli bercerita, menanam pohon bukan perkara membersihkan dosa orang lain, tetapi menjadi contoh kecil gerakan perubahan. Agar orang-orang menyadari pentingnya menjaga lingkungan, terutama keutuhan hutan yang sangat berguna untuk keberlanjutan kehidupan manusia.

Simak laporan Suwandi selengkapnya di https://www.ekuatorial.com/

Banner Image : Pohon mahoni setinggi 10 meter dengan diameter sekitar 20 sentimeter ini ditanam pasangan pengantin pada 2013 lalu, tepat setelah program Taman Hutan Sejuta Cinta diluncurkan Pemerintah Kota Jambi. Foto : Suwandi/Kompas.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments