• Ikuti Kami:
  • |
  • August 26, 2021
  • By - SIEJ

Ingatkan Investor Pabrik Pulp, Peningkatan Produksi Tiga Kali Lipat Ancam Komitmen Paris Agreement.

30 organisasi masyarakat sipil internasional dan nasional mengirim surat kepada investor Asia Pulp & Paper (APP), anak usaha Sinar Mas Group, untuk menghentikan rencana penambahan kapasitas pabrik hingga tiga kali lipat.

Surat itu mengingatkan investor pabrik pulp, bahwa peningkatan kapasitas pabrik OKI Mill di Sumatera Selatan berisiko mengancam kesehatan jutaan warga di Asia Tenggara dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Selain itu, usulan penambahan kapasitas akan mempersulit pengendalian kebakaran, penanganan konflik sosial, dan pengurangan deforestasi di Indonesia sehingga akan memperkecil kemampuan Indonesia memenuhi komitmen iklim Kesepakatan Paris.

Pada Juni 2021 OKI Mill mengumumkan penawaran obligasi senilai Rp.4 Triliun dengan tujuh penjamin emisi efek (Underwriter), antara lain  BCA Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas.

Surat tersebut pada dasarnya mengingatkan para investor gagasan peningkatan kapasitas pabrik OKI Mill ini berisiko secara finansial sehubungan dengan model bisnis APP yang tidak patuh pada prinsip keberlanjutan.

APP hingga kini masih terhubung pada lebih dari seratus konflik dengan masyarakat lokal dan memiliki jejak kerusakan sosial, dengan risiko finansial tersembunyi sebesar antara USD 0,7 – 5,7 milliar.

Separuh kayu yang dipasok ke OKI Mill selama ini berasal dari gambut-kaya-karbon yang dikeringkan sehingga lahan tersebut terdegradasi dan sangat mudah terbakar. Sebagian besar area pemasok ini mengalami kebakaran berulang yang turut mengakibatkan bencana asap yang berdampak pada kerugian ekonomi ratusan triliun dan  tingginya kematian dini.

APP, bagian dari Sinar Mas Grup, dimiliki oleh Keluarga Widjaja, yang tokoh utamanya, Eka Tjipta Widjaja, merupakan orang terkaya ketiga di Indonesia dengan kekayaan bersih Rp 120 triliun lebih saat meninggalnya tahun 2019. Paper Excellence, tercatat juga sebagai bagian dari Sinar Mas Group dan dimiliki Keluarga Widjaja, saat ini sedang membeli perusahaan pulp raksasa Amerika Utara, Domtar.

Data Forests & Finance, sebuah database yang memantau investasi komoditas yang berisiko terhadap kehutanan termasuk pulp dan kertas, lima besar investor APP adalah Vanguard (Rp 1,3 Triliun), Blackrock (Rp 936 miliar), Dimensional Fund Advisors (Rp 691 miliar), Japaneses Government Pension Fund GPIF (Rp 288 miliar), JP Morgan Chase (Rp 187 miliar).

Organisasi masyarakat sipil, termasuk WALHI, AURIGA, Greenpeace, Rainforest Action Network dan belasan lainnya dari Indonesia meminta investor untuk “mendesak Sinar Mas dan APP menghentikan rencana peningkatan kapasitas pabrik OKI Mill hingga korporasi ini membuktikan adanya rencana jangka panjang pemenuhan bahan baku yang kredibel dan dapat ditinjau secara terbuka serta memenuhi komitmen lingkungan dan sosial yang dijanjikannya.

Banner image : greenpeace.org ( foto diambil dari artikel : Greenpeace Putuskan Hubungan Setelah APP/Sinar Mas Terkait Kembali Praktik Deforestasi )

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments