E-Book : Menjaga Laut dengan Jurnalisme Data

Kelas Belajar Jurnalisme Data merupakan salah satu program kegiatan The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) / Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia dan Yayasan Ekosistem Busantara Berkelanjutan (Econusa), untuk meningkatkan kapasitas jurnalis pada isu-isu lingkungan dengan konsep kelas.

Melalui Kelas Belajar ini, jurnalis mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu skill jurnalisme data dan pengetahuan isu kelautan dan perikanan.

Dan, inilah buku kompilasi karya dari peserta Kelas Belajar Journalist Fellowsea : Menjaga Laut dengan Jurnalisme Data. Buku ini dapat di unduh dengan gratis untuk kepentingan pengetahuan dan pembelajaran bagi jurnalis, mahasiswa, pegiat lingkungan, dan publik yang mempunyai ketertarikan pada jurnalisme data dan isu lingkungan, khususnya isu kelautan dan perikanan.

Kata mereka :

Selain masyarakat terdampak, data merupakan alat ampuh yang tidak diragukan lagi dapat menceritakan dampak krisis iklim dan isu lingkungan. Laporan yang dihasilkan melalui kolaborasi ini menunjukkan bagaimana jurnalis, dengan alat, sumber daya, pelatihan, dan bimbingan tepat, mampu menganalisis data untuk mewakili beratnya masalah, membuktikan atau menolak hipotesis, dan menyajikannya tanpa merendahkan isu tersebut. Para jurnalis ini menunjukkan bagaimana, data membantu memanusiakan masalah kelautan dan perikanan, serta dampak sosial dan lingkungannya. Saya berharap, upaya ini terus dilakukan jurnalis dan ruang redaksi mendorong peliputan serupa, menginformasikan dan melibatkan publik dengan lebih baik.

Florence Armein,
Indonesia Content Coordinator, Internews’ Earth Journalism Network

Di era keterbukaan informasi dan data digital yang berlimpah, jurnalis tidak bisa lagi bekerja dengan cara yang lama. Tugas jurnalis tidak lagi sekadar memverifikasi informasi, tapi juga mengolah data, memahaminya, memilah informasi penting di dalamnya, menemukan cerita, menganalisis, lalu menyajikan data dengan cerita dan visuaisasi yang mudah dipahami publik. Oleh karena itu, sudah seharusnya jurnalis mengembangkan diri dengan belajar jurnalisme data sebagai skillnya. Ini adalah tantangan terbesar buat para jurnalis, dan para jurnalis yang terlibat dalam penulisan buku ini sudah berhasil menawaj tantangan itu.

Mawa Kresna,
Redaktur Pelaksana Project Multatuli, Editorial manager Indonesia Data Journalism Network (IDJN

Program semacam ini menggairahkan kerja-kerja jurnalistik agar tidak “itu-itu” melulu. Jurnalisme data melatih disiplin verifikasi dan akurasi. Panjang umur jurnalisme berkualitas.

Sandy Indra Pratama
Pemimpin Redaksi Betahita.id

Bagaimana jurnalisme menyelamatkan lingkungan? Dengan data. Setidaknya itu yang coba diperlihatkan oleh 14 karya jurnalistik tentang isu laut dan perikanan yang terhimpun di buku ini. Apa yang dilakukan oleh ke-14 jurnalis ini membuktikan bahwa jurnalisme bukan sekadar memberitakan “kata siapa”, tapi mengusung fakta dengan “cerita data.” Kemampuan membuat data bercerita inilah yang diharapkan akan menjadi kompetensi makin banyak jurnalis untuk menghasilkan liputan-liputan yang berdampak. Buku ini bisa menjadi rujukan bagi para jurnalis, akademisi, mahasiswa, aktivis CSO, maupun kalangan pembaca lain yang ingin mengetahui bagaimana sebaiknya sebuah data diceritakan dalam format jurnalistik dan dipahami oleh publik.

Fransisca Ria Susanti
Pemimpin Redaksi Jaring.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *