Menuju COP26 di Glasgow: Menakar Aksi dan Ambisi Iklim yang Ambisius

Indonesia adalah salah satu negara yang telah menyatakan komitmen iklimnya dalam Intended Nationally Determined Contribution (INDC). Setelah ratifikasi Persetujuan Paris pada tahun 2016, para negara menyerahkan dokumen NDC mereka untuk pertama kalinya, menegaskan kembali komitmen untuk masa depan yang lebih rendah karbon dan berketahanan iklim.

Dalam COP26 Glasgow di akhir tahun ini, yang mengalami penundaan dari tahun lalu akibat pandemi, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mendorong negara-negara untuk memperbarui NDC mereka sekaligus membuat strategi penurunan emisi GRK yang lebih ambisius.

Indonesia  berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 41 persen di bawah skenario business-as-usual, namun komitmen ini hanya berlaku hingga 2030. Komitmen tersebut juga belum cukup untuk menahan laju pemanasan global yang dibutuhkan untuk mencegah bencana iklim yang lebih besar. Oleh karena itu, dalam COP26 mendatang Indonesia perlu mengemukakan rencana untuk meningkatkan ambisi iklimnya yang selaras dengan sains dan kondisi pembangunan Indonesia.

Sayangnya, penurunan emisi GRK Indonesia belum berada pada jalur tepat untuk mencegah bahaya krisis iklim. Peran non-state actors (termasuk pemerintah daerah, swasta, dan publik) menjadi penting dalam menunjukkan aktivitas yang berpotensi untuk mendukung target pemerintah Indonesia. Aktivitas-aktivitas potensial tersebut masih belum banyak diketahui masyarakat umum.

Peran media sangat dibutuhkan untuk menginformasikan praktik-praktik terbaik dari non-state actors di berbagai sektor dan wilayah sehingga dapat menjadi masukan bagi pemerintah Indonesia untuk  meningkatkan ambisi iklimnya.

Untuk itu The Society of Indonesia Environmental Journalists (SIEJ) bekerjasama dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar diskusi publik “Menuju COP26 di Glasgow: Pembelajaran Peningkatan Aksi Iklim yang Lebih Ambisius”.

Sejumlah pembicara kompeten dihadirkan untuk menakar sejauhmana aksi dan ambisi Indonesia dalam upaya menekan perubahan iklim.

Pembicara:

* Tony La Viña, Manila Observatory, Philippines (TBC)

* Moekti H. Soejachmoen, Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID) (TBC)

* Mahawan Karuniasa, Universitas Indonesia/Founder Environtment Institute

Moderator :

* April Sirait, Senior Assignment Editor, CNN Indonesia TV

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara virtual pada :

Hari : Jumat, 16 Juli 2021

Pukul : 13.30 WIB – 15.30 WIB

Tempat : Link Zoom: bit.ly/DiskusiCOP26

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan jurnalis yang meliput isu perubahan iklim. Setelah diskusi publik juga akan dibuka kesempatan bagi jurnalis di Indonesia untuk meraih beasiswa peliputan perubahan iklim.

Informasi lebih lengkap, dapat hubungi Bhekti Suryani (+62 811-2652-266)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *