• Ikuti Kami:
  • |
  • June 26, 2021
  • By - SIEJ

Workshop “Build Back Better” : Karhutla dan Komitmen Penegakan Hukum”

Komitmen penanganan karhutla ditunjukan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2014 dengan menyerukan perlindungan gambut secara menyeluruh dengan melarang usaha di lahan gambut dan mengembalikan fungsi lahan-lahan gambut.

Komitmen dalam mencegah dan menanggulangi karhutla, dikuatkan dengan regulasi terbaru melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Namun, pemerintah Indonesia dinilai belum menunjukkan penegakan hukum yang serius dan efektif dalam melindungi hutan dan lahan gambut dari pembakaran.

Analisis Greenpeace Asia Tenggara menemukan: Antara 2015 – 2019, 4,4 juta hektar lahan terbakar di Indonesia. Sekitar 789.600 hektar (18 persen) telah berulang kali terbakar. 1,3 juta hektar (30 persen) dari area kebakaran yang dipetakan berada di konsesi kelapa sawit dan bubur kertas (pulp). Bahkan, karhutla tahunan terburuk sejak 2015  membakar 1,6 juta hektar hutan dan lahan atau setara 27 kali luas wilayah DKI Jakarta.

Sebanyak 258 sanksi administratif diterbitkan, dengan 51 tuntutan pidana dan 21 gugatan perdata. 8 dari 10 perusahaan kelapa sawit dengan area terbakar terbesar di konsesi mereka dari 2015 hingga 2019, belum menerima sanksi apapun. 

The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) menyelenggarakan workshop “Build Back Better” : Karhutla dan Komitmen Penegakan Hukum.

Sebuah program workshop  yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan peningkatan kapasitas jurnalis mengenai isu kebakaran hutan dan lahan, serta bagaimana penegakan hukumnya selama ini di Indonesia. kepada jurnalis di Indonesia, khususnya anggota SIEJ.

Program ini didasari pada banyaknya peristiwa kebakaran hukan dan lahan di Indonesia, dan masih minimnya penegakan hukum dalam penyelesaian penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan.  

Workshop dilaksanakan secara virtual yang dapat diakses jurnalis peserta workshop yang dilaksanakan pada :

Waktu : Sabtu, 26 Juni  2021

Pukul : 10.00 – 12.30 WIB

Tempat : dalam jaringan (daring) internet Zoom Meeting

Link : https://bit.ly/Workshop_Karhutla_26Juni2021 

Workshop yang di dukung Climate and Land Use Alliance (CLUA) ini memberikan gambaran tentang isu kebakaran hutan dan lahan, akar permasalahan, penanganan karhutla, tantangan, penegakan hukum, korporasi dalam isu karhutla, dan bagaimana tantangan meliput isu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Empat pembicara hadir dalam workshop, yaitu :

  1. Yazid Nurhuda, Direktur Penegakan Hukum Pidana KKP ( mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan)

Topik bahasan: Penanganan dan Penegakan Karhutla di Indonesia

2. Kiki Taufik,  Global Project Leadder of Indonesia Forest Campaign, Greenpeace Southeast Asia.

Topik bahasan : Hasil Penelitian dan Temuan Kasus Karhutla di Indonesia

3. Aseanty Pahlevi, Journalis Mongabay, Grantee RJF Pulitzer

Topik bahasan : Meliput Isu Karhutla, Pengalaman dan Tantangan

4. Profesor Dr Bambang Hero Saharjo, Guru Besar Perlindungan Hutan Fakultas Kehutanan IPB, Ahli Karhutla

Topik Bahasan :  Mengawal Kasus Karhutla di Indonesia, Korporasi dalam Karhutla

Jurnalis dari berbagai platfom media yang bekerja di wilayah Indonesia berpartisipasi dalam workshop ini memiliki kesempatan untuk mendapatkan dana pengganti paket internet.

Semua peserta workshop berhak mengajukan proposal / ToR peliputan terkait isu Kebakaran Hutan & Lahan dan Komitmen Penegakan Hukum. Proposal yang lolos seleksi dan terpilih akan mendapatkan bantuan hibah pendanaan peliputan jutaan rupiah.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments