Pencurian ikan oleh kapal asing kian menggila di Natuna Utara

Kapal pencuri ikan di Laut Natuna ada 50-100 unit setiap hari. Sedangkan kapal patroli Indonesia hanya belasan. Pengawasan selama ini tidak tertumpu di daerah pusat sebaran kapal asing pencuri ikan di Natuna Utara.

Dedi, seorang nelayan Natuna, kaget kala melihat kapal asing Vietnam, berukuran 100 Gross Ton (GT) melaut di perairan Natuna Utara, awal Mei lalu. Kalau biasanya, nelayan hanya berpapasan dengan kapal kecil. Pria 53 tahun ini pun mengabadikan bentuk kapal dan titik koordinat kapal besar itu melalui telepon pintarnya.

Dedi menduga kapal ini penampung ikan hasil curian kapal kecil Vietnam yang melaut di Natuna. “Setidaknya, ada tiga kapal berukuran besar,” katanya kepada Mongabay dari Batam, 17 Mei lalu.

Temuan ini, katanya, menjadi satu indikasi kapal asing pencuri ikan makin berani. Dedi melaut di perbatasan Natuna walau kapal hanya berukuran 10 GT.

“Saya selalu melaporkan kalau ada kapal asing. Akhir-akhir ini sudah bosan, tidak ada juga respons,” katanya.

Selang 10 hari sejak temuan Dedi, Badan Keamanan Laut (Bakamla) menangkap kapal ikan asing kecil berbendera Vietnam mencuri ikan di Laut Natuna Utara. Penangkapan oleh petugas patroli laut KN Pulau Dana-323 diawali pengejaran dramatis.

Petugas patroli di Kapal KN Pulau Dana-323 harus memastikan kapal tetap berada di perairan Indonesia. Begitu kedua kapal berdekatan, petugas melompat guna menguasai kapal asing itu.

Sekitar 300 kilogram ikan hasil tangkapan nelayan Vietnam ada di dalam kapal. Sebanyak enam anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Vietnam diamankan.

Penelitian Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), organisasi yang fokus pada isu tata kelola laut, menguraikan praktik pencurian ikan oleh kapal asing (illegal unreported unregulated/IUU fishing)di Natuna kuartal pertama 2021.

Simak laporan Yogi Eka Sahputra selengkapnya di website ekuatorial.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *