Hari Burung Migrasi Sedunia : Biodiversity Warriors Data Burung Migrasi di Perairan Jakarta

Pengamatan burung di Muara Hutan Lindung Angke Kapuk Jakarta pada 8 Mei 2021 berhasil mengidentifikasi 25 jenis burung dari total 180 individu seperti Burung Cangak, Blekok sawah, Kowak Malam Abu dan satu jenis burung migrasi Trinil pantai (Actitis hypoleucos).

Kegiatan pengamatan burung dalam rangka memeringati Hari Burung Migrasi Sedunia 2021 diselenggarakan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini berlangsung di Muara Hutan Lindung Angke Kapuk Jakarta dengan melibatkan perwakilan anggota Pramuka, pengamat burung, dan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Jakarta. Pengamatan burung juga dilaksanakan serentak di kampus jaringan Biodiversity Warriors, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas dan Universitas Tanjungpura.

Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini mengatakan, kegiatan pengamatan ini untuk mendata burung migrasi dan burung lain yang berada di sekitar perairan Jakarta, yaitu Hutan Lindung Angke Kapuk. “Selain memonitor dan menginventarisir burung migrasi, juga  memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian burung migran dan habitatnya di Indonesia,” kata Rika.

Indonesia menjadi bagian dari jalur perlintasan 149 jenis burung migran (Sukmantoro et al., 2007) di jalur Asia Timur-Australasia yang memiliki kekayaan spesies dan jumlah burung yang bermigrasi. Berdasarkan data Birdlife Indonesia, lebih dari 50 juta burung air dari lebih 250 populasi yang berbeda menggunakan jalur terbang yang membentang dari Asia Timur, Asia Tenggara sampai Australia dan Selandia Baru, yang mencakup 22 negara. 

Sebagai negara mega biodiversity (18% jenis burung dunia terdapat di Indonesia), burung migrasi juga menambah khasanah kekayaan burung di Indonesia.

Namun, burung migrasi rentan ancaman. Aktivitas migrasi yang dilakukan untuk mencari iklim yang lebih hangat dan makanan yang melimpah membuat burung migrasi harus menghadapi berbagai ancaman. Diantaranya, faktor alam seperti cuaca ekstrim, faktor manusia dengan maraknya perburuan liar dan pengrusakan habitat burung migrasi. Kondisi ini menyebabkan populasi burung migrasi terus berkurang.

Di Jakarta, limbah cair dan sampah plastik merupakan ancaman tersendiri bagi burung air dan burung migran. Berdasarkan hasil pengamatan terakhir, masih banyak sampah plastik yang berada di muara Hutan Lindung Angke Kapuk. Bahkan nampak dalam pengamatan, burung air memakan sampah plastik, dan bertengger di ban bekas dan sampah plastik yang mengapung.

Jumlah individu burung yang diamati bertambah dibandingkan dasil pengamatan di tahun 2019 yang berhasil mengindentifikasi 24 jenis burung dari total 149 individu, dimana dua jenis terindentifikasi sebagai burung migran, yaitu Trinil Pantai (Actitis hypoleucos) dari daerah Erasia atau Afrika dan Bubut pacar jambul (Clamator coromandus) dari China Selatan/India atau Asia Tenggara.

Rika menambahkan, hasil pengamatan diinformasikan kepada pemangku kepentingan, terutama Pemprov DKI sebagai bahan rekomendasi kebijakan perlindungan burung migrasi. “Kami selalu menghimbau dan bersinergi agar wilayah perairan yang menjadi habitat utama burung migran dapat diperbaiki, baik dengan penanaman mangrove, maupun dengan penanganan sampah plastik,” imbuh Rika.

Tahun 2021, Hari Burung Migrasi Sedunia mengusung tema Sing, Fly, Soar – like a bird! Tema ini ingin mengajak warga dunia untuk ikut “berkicau, terbang, dan terus menjulang” menyuarakan kepedulian kepada burung migran dan habitatnya. Hal yang tepat, karena masih minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia, termasuk yang tinggal di dekat habitat burung migran.

Berikut jenis burung yang berhasil diamati :

40 Cangak Abu, 35 Blekok sawah, 15 Kowak Malam Abu, 6 Cangak merah, 11 Walet linchi, 5 Kuntul kecil, 14 Itik Benjut, 6 Pecuk Padi Hitam, 15 Bondol peking, 5 Cucak kutilang, 1 Cipoh kacat, 1 Kuntul kerbau, 1 Dederuk Jawa, 4 Punai Gading, 1 Bangau bluwok, 2 Pecuk ular asia, 4 Layang2 batu, 2 Kekep babi, 1 Bondol haji, 4 Sepah kecil, 1 Betet biasa, 1 Trinil pantai, 4 Tekukur biasa, 1 Wiwik kelabu. Dan satu jenis burung migrasi Trinil pantai (Actitis hypoleucos).

Banner Image : copyright Yayasan KEHATI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *