• Ikuti Kami:
  • |
  • April 17, 2021
  • By - SIEJ

Prof Edvin Aldrian: Pemanasan global perbesar peluang munculnya siklon Seroja lain

Bencana alam akibat siklon tropis Seroja yang menghantam beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur pada awal April 2021 terbilang mengejutkan. Bukan hanya dari jumlah korban jiwa–sedikitnya 181 orang meninggal dunia–dan kerusakan infrastruktur yang diakibatkannya, tetapi juga karena tak biasanya siklon tropis berembus hingga daratan di kawasan khatulistiwa.

Daerah ekuator biasanya tidak akan dilalui langsung siklon tropis, hanya merasakan dampak tidak langsung pada kondisi cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memang sempat memprediksi bakal terjadinya siklon tersebut, namun tidak memperkirakan Seroja akan langsung menghantam daratan NTT dengan kecepatan angin hingga 85 km/jam. Peringatan dini tidak berjalan maksimal, akibatnya mitigasi berjalan buruk.

Anomali siklon tropis tersebut diperkirakan terjadi karena pemanasan global (global warming) yang menaikkan suhu Bumi.

Untuk mengetahui apa yang terjadi pada kondisi lingkungan sehingga terjadi anomali masuknya siklon tropis Seroja ke kawasan daratan khatulistiwa, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bertanya kepada peneliti Meteorologi dan Klimatologi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prof Edvin Aldrian, Selasa, 13 April 2021.

Berikut kutipan penjelasan Prof Edvin, berikut sarannya agar bencana serupa tak lagi mengakibatkan banyak korban.

Peneliti Meteorologi dan Klimatologi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Prof Edvin Aldrian/ Foto: IPCC

Siklon tropis, berdasarkan hukum Coriolis, umumnya tidak akan menghantam wilayah khatulistiwa. Tetapi bencana yang menimpa beberapa kawasan di NTT menunjukkan sebaliknya. Apa yang sebenarnya terjadi, Prof Edvin?

Memang pada dasarnya siklon tropis lahir dan bergerak di derajat 10 lintang utara dan selatan. Namun ada juga yang mendekati ekuator. Pada 2001 pernah ada siklon Varney di Batam yang bergerak ke Sumatera. Varney itu mendekati garis equator dari 0 derajat. Pernah juga terjadi di Laut Banda, namun hanya bertahan berapa jam saja. Mayoritas siklon tropis terbentuk di selatan NTB dan NTT. Walau begitu, Siklon Cempaka terjadi di Selatan Yogyakarta dan Selat Sunda. Itu semua anomali.

Masa terjadinya berada pada rentang waktu Januari sampai April. Sebab siklon tersebut terjadi karena permukaan air laut yang tinggi dan panas.

Menurut Anda, apa yang mempengaruhi terbentuknya siklon Seroja? Karena cuaca atau perubahan iklim?

Jalur Nusa Tenggara Timur merupakan jalur keluarnya arus (laut, red.) lintas Indonesia. Arahnya dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia. Jadi bisa saja siklon ini keluar dari Selat Lombok maupun Selat Timor. Jalur arus lintas Indonesia, ketika permukaan lautnya cukup hangat, akan berpotensi terjadi siklon.

Peristiwa di NTT bisa dikatakan jarang sekali terjadi. Ketika jalurnya (arus laut, red.) masuk ke Indonesia maka akan bercampur dengan aliran daerah lain seperti di Pulau Jawa dan Selat Karimata, yang biasanya tidak terlalu hangat. Siklon terjadi karena suhu permukaan laut yang tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir beberapa siklon tropis terbentuk di sekitar wilayah Indonesia, seperti Rosie, Indigo, Ester, Boni, dan Kirrily, namun hanya memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia. Mengapa dampak dari siklon tropis Seroja terasa langsung?

Ini (siklon tropis Seroja, red.) cukup kuat, karena tekanan, pressure, permukaan laut rendah jadi awan-awan berkumpul. Siklon Seroja ini lahirnya di Pulau Rote, biasanya di sana akan mengarah ke barat daya. Sekarang kami dapat kabar beberapa daerah di Australia rusak, beberapa daerah bahkan mati lampu.

Seberapa besar pengaruh perubahan iklim Bumi terhadap anomali cuaca seperti siklon tropis Seroja ini?

Siklon tumbuh karena muka laut suhunya tinggi. Karena pemanasan global. Indikatornya, suhu permuka laut naik dan meninggi karena global warming. Akibatnya, kedatangan siklon akan lebih banyak.

Wilayah Indonesia mana sajakah yang harus mewaspadai kemungkinan terjadinya terjangan siklon tropis?

Biasanya karena jalur arusnya begini ada sejarahnya. [Siklon] punya dua ekor, ekor basah dan kering. Ada daerah basah sekali dan kering sekali*. Yang pengaruhi Indonesia ekor basahnya cukup panjang dan memberikan efek badai ke Jawa dan kawasan Timur. Ditengarai global warming membikin ekor basah itu lebih panjang lagi.

*Catatan redaksi: Ekor basah dari siklon tropis akan mengakibatkan daerah yang terkena dilanda hujan deras, sebaliknya daerah itu akan cerah jika terkena ekor kering dari siklon tropis.

Apakah terbentuknya siklon tropis ini bisa dicegah?

Tidak bisa dicegah. Di Amerika Serikat belum ada teknologi untuk meredamnya. Jepang juga belum. Teknologi yang ada di Intergovernmental Panel on Climate Change (IPPC) baru untuk melihat statistik daerah mana yang meningkat, seperti di Teluk Benggala, selatan Bangladesh, barat laut di Indonesia. Siklon itu ada skalanya, skala lima itu maksimum. Di Amerika itu hurricane skala lima bisa berhari-bari setelah mendarat terus bergerak. Siklon kalau sudah di darat tidak bisa menggerakkan darat karena testur tanah keras, kalau di laut di bisa memutar. Tapi beberapa siklon bisa mengerakan tanah karena kekuatan tinggi.

Seberapa cepat angin pada saat Siklon Seroja terjadi dibandingkan dengan siklon lainnya?

Kecepatan angin bisa berubah-ubah tergantung dinamika atmosfir. Kalau udara mengalir ke arah permukaan laut yang hangat maka siklon akan bertambah kencang. Kalau sudah lahir diberi nama, ini bertujuan untuk mengetahui siklon ini perginya ke mana. Saat ini bergerak ke mana bisa di awasi. Siklon kalau sudah lahir dan diberi nama akan mudah diprediksi. Kalau belum lahir sulit diprediksi apakah bertambang kencang atau rendah.

Apakah sistem peringatan dini untuk siklon sudah berjalan di Indonesia?

Sistem tersebut kan untuk menekan jumlah korban. Membuat masyarakat bisa diungsikan sehari dua hari sebelumnya. Cuma, karena siklon Seroja lahir di sana, di NTT, maka memang sulit mengungsikan warga.

Bentuk mitigasi seperti apa yang menurut Anda paling efektif untuk menghadapi siklon tropis?

Di Amerika mitigasi yang dilakukan adalah dengan mengumumkan akan terjadi badai beberapa hari sebelumnya, karena belum mencapai darat. Selain itu, mereka kerap berhasil mengungsikan warganya setelah informasi tersebut disampaikan.

Pada peristiwa di NTT, warga cukup kesulitan karena lahirnya, pusatnya siklon, di Pulau Rote, NTT. Kini, BMKG mengeluarkan warning di Sulawesi Utara, Maluku, Papua. Ini masih ada waktu untuk menggerakkan masyarakat. Siklon Seroja ini luar biasa. Perlu ada antisipasi ke depan agar lebih canggih lagi.

BMKG maupun BNPB belum memasukkan siklon Seroja sebagai kategori bencana. Akibatnya pemerintah daerah, masyarakat maupun media sulit mencari informasi tentang siklon. Bagaimana menurut Anda?

Melihat peristiwa lain di Indonesia, biasanya Indonesia hanya terkena ekor siklonnya. Jadi yang muncul adalah hujan ekstrem biasa. Kalau terjadi seperti di NTT, jarang sekali sampai ke darat, karena memang secara keilmuan daerah dengan lintas utara dan selatan 10 derajat tidak masuk daerah siklon.

Kalau kejadian siklon Seroja ini akibat global warming maka akan banyak kejadian seroja lainnya. Sebaiknya dimasukkan kategori bencana di BNPB. Ini adalah bencana yang jarang namun impact-nya besar. Saya setuju memasukkan dalam ensiklopedia BNPB.

Mitigasi tidak hanya peringatan dini, namun bangunan dan tata ruang di pesisir. Bagaimana menurut Anda?

Kebanyakan masyarakat, kalau bencana tersebut jarang terjadi, maka paradigma yang dibangun adalah menerima bencana tersebut. Jadi banyak yang berpikir tidak perlu mengubah bangunan. Tapi saya melihat hal lain. Kita bisa belajar seperti dari Taiwan dan Filipina, dua negara yang sering dilanda siklon. Belajar dari sana, waktu musim siklon mereka memanfaatkannya dengan menampung air yang tercurah akibat siklon tersebut. Presiden Joko Widodo membangun dam di NTT dan siklon itu bisa jadi mempercepat pengisian air untuk mengatasi kekeringan.

Ketika menyadari Siklon Seroja akan terjadi lagi, apa yang perlu diperhatikan pemerintah?

Global waming memberikan risiko besar. Siklon yang muncul di daratan Indonesia akan muncul kembali. Kalau sekarang terjadi, ke depan akan bisa terjadi lagi karena suhu bumi meningkat dan suhu lautan meningkat. Inilah enzim utama siklon. Saya pikir ke depan siklon lebih besar akan terjadi.

Saya menekankan agar Kementerian Keuangan membuat konsep risk sharing. Perlu menekankan itu karena tidak bisa mengandalkan dana APBN dari pemerintah atau bantuan asing. Bentuknya macam-macam, seperti asuransi bencana. Indonesia sudah belajar membikin itu, seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagerjaan serta asuransi pertanian. Kalau daerah banyak bencana perlu diupayakan konsep berbagi risiko, dengan demikian masyarakat bisa pulih dan cepat bangkit. Usul saya begitu.

  • Share:
  • Tags:
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments